Puskesmas Sukosari

Gedung Puskesmas Sukosari terletak di Jl. Gunung Will 30 Desa Sukosari Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo, kurang lebih 10 km dari pusat kota Kabupaten.

Foto Bersama

Tim Kerja Puskesmas Sukosari Kabupaten Ponorogo

Pelayanan Pasien

Pemeriksaan pasien lanjut usia di Puskesmas Sukosari

Apel Pagi

Seluruh staf Puskesmas Sukosari melaksanakan apel pagi sebelum memulai aktifitas memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Penyuluhan Kesehatan

Penyuluhan tentang kesehatan oleh Kepala Puskesmas beserta jajaran kepada masyarakat setempat

Jumat, 17 Juni 2011

Leptospirosis

Apakah Leptospirosis itu?
  • Penyakit zoonosa, yaitu penyakit yang secara alami dapat dipindahkan dari binatang vertebrata ke manusia atau sebaliknya.
  • Zoonosa yang disebabkan oleh bakteri Leptospira
  • Direct zoonoses ; Host to host transmission
  • Leptospirosis ; anthropozoonoses, manusia merupakan ‘dead end infection
  • Synonim
  • Weil’s diseases, Mud fever, Canicola fever, Hemorrhagic jaundice, trench fever,Swineherd disease, dan Akiyama
  • Spektrum luas dari infeksi subklinis sampai sindroma berat yang melibatkan infeksi multi organ dengan angka kematian cukup tinggi

Apakah Leptospira itu?
  • Bakteri bersifat patogen manusia dan hewan (patogen)
  • Leptospira patogen terpelihara secara alami di ginjal (renal tubules) pada binatang tertentu.
  • Bakteri sapropfita ; hidup bebas dan dianggap tidak menyebabkan penyakit
  • Leptospira saprofita hidup di lingkungan lembab atau basah (permukaan air, tanah lembab sampai air ledeng)
  • Saprophytic halophilic (salt-loving); Leptospira ditemukan di air asin.

Leptospira sp.

Bagaimanakah bentuk Leptospira itu?
·        Bentuk spiral dengan pilinan rapat, ujung ujungnya bengkok/kait, mobil, 0,1µm x 0,6µm - 0,3µm x 20µm, aerobik obligat, petumbuhan optimal 28-300C, pH alkali (7,2-8,0)

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap epidemiologi leptospirosis (Faine dkk.,1999)




Tiga pola epidemiologi leptospira menurut Faine, dkk.(1999).
·        Pola Pertama
Ditemukan dalam iklim sedang, sejumlah kecil serovar terlibat dalam penularan pada manusia hampir selalu terjadi akibat kontak langsung dengan binatang yang terinfeksi ; di peternakan sapi atau babi. Imunisasi kemungkinan dapat mengendalikan penularan pada hewan dan manusia
·        Pola Kedua
Ditemukan dalam daerah tropis, banyak serovar terlibat dalam penularan  pada manusia dan binatang. Manusia terpapar tidak terbatas pada pekerjaan, tetapi terjadinya kontaminasi lingkungan dari binatang terinfeksi terutama musim hujan
·        Pola Ketiga
Infeksi oleh binatang pengerat pada lingkungan perkotaan/urban yang menyebabkan wabah di daerah kumuh (terutama di negara berkembang)

Kategori inang Leptospirosis
·        Incidental host (manusia)
Inang vertebrata yang tidak untuk tempat hidup organisme pathogen secara  terus menerus
·        Link host
Inang vertebrata penghubung antara inang pemelihara organisme pathogen dan manusia
·        Amplifier host (Tikus)
Apabila organisme pathogen berada di tubuh inang vertebrata, maka organisme pathogen tersebut dapat menjadi banyak, yang dapat berpotensi ditularkan ke manusia (virus dan bakteri)

Sumber Penularan
Jenis binatang apakah yang dapat menularkan leptospirosis ke manusia?
·        Jenis binatang mamalia kecil, khususnya binatang pengerat yang peridomestik ( tikus, mencit  dll) dan insektivora (cecurut);
·        Hewan domestic (lembu, babi, anjing, jarang terjadi pada domba-domba, kambing, kuda dan kerbau liar)
·        Binatang berbulu/berambut lain seperti, rubah perak, cerpelai dan berang-berang yang mempunyai manfaat untuk produksi bulu binatang, juga berpotensial sebagai penular leptospirosis ke  manusia. Binatang melata dan binatang ampibi diduga  juga membawa leptospirosis

Bagaimanakah bakteri leptospira dapat terpelihara di lingkungan  alami?
·        Infeksi bakteri leptospira terpelihara di alam  di dalam suatu populasi inang secara  horisontal (antar inang) dan vertikal (keturunan).
·        Populasi seperti itu menyebabkan penularan leptospirosis secara terus menerus dari generasi ke generasi dari kelompok inang satu ke inang lainnya.

Apa peran inang alami di dalam penularan leptospirosis?
·        Peran inang alami leptospirosis adalah memelihara siklus penularan leptospirosis di alam oleh jenis inang tertentu di area geografi tertentu tanpa melibatkan inang lain.
·        Bakteri leptospira terpelihara di dalam organ parenkhimatosa (terutama hati dan ginjal) selama hidupnya dan dikelurakan melalui urin dalam jumlah banyak.
·        Leptospira telah beradaptasi di dalam organ inang alaminya tanpa menyebabkan gejala sakit pada inang alaminya

TEMPAT HIDUP TIKUS DAN LEPTOSPIROSIS

·        Jenis domestik (domestic species)
Seluruh aktivitas hidup tikus di dalam rumah (commensal rodent) atau synanthropic), (atap, sela-sela dinding, dapur, almari), gudang, kantor, pasar, selokan, dan lain-lain.
·        Jenis peridomestik (peridomestic species)
Aktivitas  hidup tikus dilakukan di luar rumah dan sekitarnya ; di lahan pertanian, perkebunan, sawah dan pekarangan rumah
·        Jenis silvatik (sylvatic species)
Aktivitas hidup tikus dilakukan jauh dari lingkungan manusia; hutan

Model Penularan Leptospirosis
·        Kotoran (Feces)
·        Air seni (Urine)
·        Air ludah (Saliva)
·        Darah (Blood)

Masa Inkubasi
·        Masa inkubasi 4-19 hari
·        Rata-rata 10 hari

Siklus penularan Leptospirosis


Patogenesis
·        Fase leptospiremia
Leptospira dalam darah, vasculitis (kerusakan endotel kapiler), nephritis interstisial (radang ginjal), nekrosis tubuler (kematian sel atau jaringan tubulus pada ginjal), renal failure, pada hati terjadi nekrosis sentriobuler, paru-paru didapatkan lesi vaskuler dan pada otot terjadi pembengkakan vakuolasi myofibril dan nekrosis fokal
·        Fase imun
Terjadi respon immun humoral dan celluler, timbul antibodi. Leptospira menetap di dalam tubulus proksimal ginjal dan dapat keluar melalui air seni setelah berminggu-minggu terinfeksi. Leptospira dapat menetap di dalam otak, ruang anterior mata yang menimbulkan uveitis kronis atau uveitis berulang.
·        Convalescence
Penderita leptospirosis berat pada masa convalescence terjadi perbaikan fungsi ginjal dan hati seperti semula yang terjadi pada minggu ke 2-4, patogenesis belum diketahui dengan pasti.

Gejala klinis
Sindroma, fase
Gejala klinis
Spesimen laboratorium
Leptospirosis anikterik
Fase leptospiremia (3-7 hari)
Demam tinggi, nyeri kepala, myalgia, nyeri perut, mual, muntah conjuctival suffusion
Darah, 
LCS (liquor cerebro spinalis)
Fase imune
(3-30 hari)
Demam ringan, nyeri kepala, muntah meningitis aseptic
Urine
Leptospirosis ikterik
Fase leptospiremia dan immun overlaping)
Demam, nyeri kepala, myalgia, ikterik, gagal ginjal, hipotensi, manifestasi  pendarahan, pneumonitis hemorrhagic, leucositosis  
Darah, LCS (minggu 1), urine (minggu 2)

Penelitian di malaysia Barat oleh Tan (1970) selama 10 tahun pola klinis leptospirosis:
·        Demam (100%)
·        Injeksi siller (59%)
·        Ikterik (40%)
·        Nyeri tekan oto (45%
·        Nyeri otot/seluruh tubuh (31%)
·        Gejala ganguan perut (29%)
·        Sakit kepala (25%)
·        Proteinuria (25%)
·        Menggigil (22%)
·        Azotemia (20%)
·        Hepatomegali (18%)
·        Speinomegali (6%)
·        Perdarahan (5%)
·        Batuk (4%)

Gambaran Klinis
·        Subklinik:  (15 – 40%)                                       
·        Klinik :  RINGAN (> 90%),                                
                     SEDANG  s/d 
                           BERAT ( <10% )         
·        Tergantung pada:
-      Jenis/banyaknya dari reservoir
-      Daya tahan tubuh/imunitas
-      Cepat atau lambatnya mendapatkan pengobatan definitive dan suportif

Kategori gambaran klinis
·        Ringan, seperti  flu.
·        Weil’s syndrome (ikterik, gagal ginjal, perdarahan, myocarditis dengan arrhythmia).
·        Meningitis / meningoencephalitis.
·        Perdarahan paru dengan gagal nafas

Faktor Resiko terpapar leptospirosis
·        Kebiasaan penduduk
-      Mandi di sungai/ genangan air  beresiko terpapar leptospirosis
-      Cuci  di sungai/genangan air  beresiko terpapar leptospirosis
-      Peliharaan kucing dan kandang ternak di dalam rumah, kambing dan unggas beresiko terpapar leptospirosis
-      Berenang  faktor resiko terpapar leptospirosis
·        Pekerjaan
-      Pekerjaan pada jalanan yang tergenang air hujan
-      Petani sawah beresiko terpapar leptospirosis
·        Lingkungan fisik
-      Kebersihan luar rumah belum dikelola  berisiko terpapar leptospirosis
-      Kebersihan dapur belum dikelola baik.

Pengobatan
·        Rehidrasi
·        Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
·        Pengobatan simptomatis.
·        Antibiotik :
-      PENICILIN PROCAIN 4 X 1,5 JUTA UNIT.
-      AMOKSISILIN 4 X 1 gram.
-      CIPROFLOXACIN 2 X 500 mg
-      CEFTRIAXON 1 X 2 gram
-      CEFOTAXIM 2 X 1 gram

Pengobatan antibiotic
Lama pemngobatan selama 7 hari :
·        Ringan
-      DOXYCYCLINE              2 x 100 MG
-      AMPICILLIN                    4 x 500-750 MG
-      AMOXILCILLIN              4 x 500 MG
·        Sedang atau Berat
-      PENICILLIN G                 4 x 1,5 JUTA  UNIT
-      AMOXICILLIN                            4 x 1 GR.
-      ERYTHROMYCIN                       4 x 500 MG
-      Cephalosporin / Quinolone

Prognosis
·        Prognosis buruk bila terlambat dapat pengobatan dan sudah masuk stadium 3-4.
·        Prognosis buruk bila ada penyakit penyerta lainnya.
·        Pada saat outbreak prognosis lebih buruk

Pencegahan
·        Belum ada vaccine untuk leptospirosis
·      CDC –> Doxycicline 200 mg / minggu, 2-3 hari sebelum kontak dengan cairan yang mungkin tercemar.
·        Berusahalah seminimal mungkin kontak dengan cairan yang tercemar
·        Memberikan desinfectan pada cairan yang diduga tercemar.
·        Penderita demam daerah banjir segera berikan profilaksis Antibiotik Amoksisilin

Kebijakan
·        Pengumpulan data dasar à surveilans RS dan Puskesmas
·        Peningkatan Kewaspadaan Dini
·        Penatalaksanaan Kasus di RS
·        Pengendalian Vektor/Hewan Penular
·        Peningkatan SDM
·        Pemberdayaan Masyarakat
·        Meningkatkan kerjasama Lintas sektor dan Lintas program
·        Membangun jejaring kemitraan (Lembaga Penelitian,LSM,Swasta, dll)
·        Meningkatkan Pengawasan di wilayah perbatasan
·        Melaksanakan bimbingan operasional

Kegiatan
·        Pencatatan dan pelaporan à Sistem surveilans STP di RS (ensefalitis )
·        Pengobatan dan perawatan penderita di RS
·        Ceramah klinik Leptospirosis
·        Pelacakan kasus

Penanggulangan Leptospira
·        Leptospirosis :
Personal Hygiene
-         Pakaian pelindung (Pembersih septic tank, dll)
-         Sanitasi lingkungan, termasuk sanitasi kolam renang
-         Pada hewan :
- Rodent control
- Vaksin hewan
- Cara memelihara hewan yang sehat

Masalah
·        Kesulitan diagnosa laboratorium
-      Hanya lab tertentu
-      Biaya besar
·        Kontrol terhadap vektor
·        Sanitasi kandang dan lingkungan
·        Tingkat pengetahuan masyarakat
·        Belum termasuk program prioritas Depkes & Deptan
·        Pengendalian Penyakit Leptospirosis di beberapa daerah belum menjadi prioritas


Sumber : Dinkes Provinsi Jatim. Disebarluaskan Bidang P2PL Dinkes Kabupaten Ponorogo melalui Puskesmas Sukosari.

By Puskesmas Sukosari === 2 comments

Rabu, 15 Juni 2011

Gizi Remaja


Definisi
Masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa dimana pertumbuhan fisik cepat, terjadinya perkembangan seks, perubahan sikap, mental dan respon emosional remaja belum sepenuhnya matang.

Pembagian Masa Remaja
1. Pra pubertas : tahap awal perbahan aktivitas endokrin, namun masih tersembunyi
2. Pubertas : mulai nampak perubahan, baik pada remaja putri maupun putra
3. Post pubertas: proses akhir pertumbuhan, menuju ke masa dewasa, pertumbuhan lambat dan sudah terjadi kematangan fungsi organ sex

Beberapa faktor yang mempengaruhi keadaan gizi masa remaja
1. Psikologis :
menuntut kebebasan, makan makanan hanya supaya diterima oleh kelompok
2. Kebiasaan makanan:
“snack” berlebihan, yang hanya tinggi KH
3. Lingkungan sekolah :
makanan di kantin, biasanya hanya tinggi KH
4. Sosial budaya:
adanya pantangan (bergizi) khususnya untuk remaja putri
5. Pengaruh obat-obatan (heroin):
- menurunkan nafsu makan
- lambung (berpengaruh buruk pada keadaan gizi remaja tersebut)


Masalah Gizi Masa remaja
1. Kurang Gizi (Under Nutrition)
Pada remaja laki-laki:
- badan kurus (tapi hanya sementara)
- konsumsi tidak cukup
- aktifitas berlebihan (olah raga)
Pada remaja putri:
- tidak selalu karena aktifitas fisik
- umumnya “membatasi” makan, biar ramping semampai
2. Obesitas (Obesity)
- karena konsumsi makanan berlebihan
- aktivitas fisik kurang
- energi tidak masuk-keluar tak seimbang
- remaja gemuk---senang piknik dan makan enak (kondisi sosial dan prestasi lebih rendah)
- remaja normal---senang piknik dan olah raga (kondisi sosial lebih tinggi)
3. Anemia Zat Besi
- paling sering pada remaja putri
- karena konsumsi makanan sumber zat besi kurang, jika terjadi dalam jangka waktu lama menjadi berat dan kronis

10 Tips Diet Sehat
1. Mengkonsumsi 5 porsi buah dan sayuran setiap hari.
-  Buah dan sayur dapat dikonsumsi sebagai snack, di sela-sela makan pagi, makan siang, dan makan malam
-  Buah dapat dikonsumsi 2X dan sayur 3X
2. Makan 2 sampai 4 porsi makanan protein setiap hari
-  sumber protein: hewani (ikan, produk dairy: susu dan telor) dan nabati (produk soya, kacang-kacangan)
3. Makan paling sedikit 2 porsi ikan kaya omega 3
4. Kurangi konsumsi lemak, teristimewa lemak jenuh bersumber pada daging binatang
-  Gantikan dengan pemakaian minyak zaitun (olive)
-  Pakai minyak olive sebagai salad dressing, pengganti mayones
-  Pilih daging atau ayam tanpa lemak
5. Kurangi konsumsi gula secara berlebihan
-  tambahkan gula secukupnya pada jus, atau pakai campuran buah berasa manis pada jus buah dengan rasa asam
-  ganti minuman bersirup dengan air putih atau teh tawar
-  minuman bersoda mengandung kadar gula yang tinggi
6. Pilih bahan karbohidrat kaya serat, seperti roti wholemeal dan sereal whole grain
7. Minum banyak air (1,75 liter sehari)
-  sebanyak 6 sampai 8 gelas sehari (1,75 liter)
8. Konsumsi 2 porsi makanan produk dairy (susu & telor) dan yoghurt rendah lemak.
9. Kurangi pemakaian garam; hindari penggunaan garam meja
10. Kurangi konsumsi makanan cepat saji/ fast food sampai kurang dari seminggu sekali
-  Fast food mengandung banyak lemak jenuh dan hanya terdapat sedikit nutrisi penting, seperti serat, vitamin, dan mineral (terutama kalsium)

KEBUTUHAN ZAT GIZI PADA REMAJA
DALAM SEHAR

Uraian Perempuan Laki-laki
13-15 th 16-19 th 13-15 th 16-19 th
Energi (kcal) 2000 2000 2400 2600
Protein (g) 50 55 50 57
Kalsium (mg) 700 700 700 700
Besi (mg) 33 31 19 14
Vitamin A (RE) 600 600 600 600
Vitamin C (mg) 60 60 60 60

Pagi
Nasi goreng lengkap
Telur mata sapi
Kerupuk udang
Jus jeruk
Snack
Sosis solo
Siang
Nasi putih
Ayam goreng
Tempe goreng
Sayur bayam
Air putih
Melon
Snack
Dadar gulung & teh hangat
Malam
Nasi putih
Pepes ikan tongkol
Rolade tahu
Cah bayam
Air putih
Pisang

By Puskesmas Sukosari === 2 comments

Senin, 13 Juni 2011

Gastritis


Definisi
Gastritis atau lebih dikenal sebagai magh berasal dari bahasa yunani yaitu gastro, yang berarti perut/lambung dan itis yang berarti inflamasi/peradangan.

Penyebab
1. Infeksi bakteri: H. Pylori
2. Pemakaian obat penghilang nyeri secara terus menerus.
3. Penggunaan alkohol secara berlebihan
4. Penggunaan kokain
5. Stress fisik
6. Kelainan autoimmune
7. Crohn's disease.
8. Radiasi and kemoterapi.
9 Penyakit bile reflux.

Gejala
• Perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian atas
• Mual
• Muntah
• Kehilangan selera
• Kembung
• Terasa penuh pada perut bagian atas setelah makan
• Kehilangan berat badan

Pencegahan
1. Makan secara benar
2. Hindari alkohol
3. Jangan merokok.
4. Lakukan olah raga secara teratur
5. Kendalikan stress.
6. Ganti obat penghilang nyeri
7. Ikuti rekomendasi dokter

Penatalaksanaan Diit Lambung

Apakah maksud diit lambung?
Meringankan pekerjaan saluran pencernaan

Syarat diit lambung:
1. Mudah cerna
2. Tidak merangsang
3. Porsi kecil dan sering diberikan

Makanan yang diperbolehkan
1. Nasi atau penukar
beras dimasak lunak atau ditim: kentang direbus atau dipuree; macaroni; roti; biscuit; kraker; tepung-tepung dibuat atau puding
2. Daging atau penukar
Daging sapi tak berlemak, hati, ikan, ayam ditim, direbus lunak, disemur atau dibakar, telur direbus,diceplok air, didadar atau dicampur kedalam makanan
3. Susu dan hasil-hasil susu
susu skim, susu kaleng, susu asam, yogurt, cream, keju
4. Kacang-kacangan dan hasil kacang-kacangan
kacang hijau direbus, tahu dan tempe direbus, dikukus atau ditumis, ditim
5. Lemak
santan encer, minyak (tidak untuk menggoreng), margarine, mentega
6. Sayuran
sayuran muda yang tidak banyak serat dan tidak menimbulkan gas, seperti: bayam, bit, buncis, kacang panjang, labu kuning, labu siam, tomat (tanpa biji dan kulit), wortel direbus, dikukus, ditumis atau disetup
7. Buah-buahan
sari buah, papaya, pisang masak, buah-buahan lain, dimasak/disetup atau buah dalam kaleng,: apel, jambu biji (tanpa kulit dan biji)
8. Minuman
teh dan kopi encer, sirup, minuman dengan susu, sari buah
9. Bumbu
garam, kecap, kunyit, laos, terasi, seledri, kayu manis, cengkeh, vetsin , bawang merah dalam jumlah terbatas

Makanan yang tidak diperbolehkan

1. Nasi atau penukar
Ketan, bulgur, jagung, cantle, ubi, sinking, talas
2. Daging atau penukar
Daging sapi berlemak, daging babi, kambing, daging dan ikan yang diawet, seperti daging dan ikan dalam kaleng, dendeng, daging asap, ikan asin, ikan pindang
3. Kacang-kacangan dan hasil kacang-kacangan
kacang tanah, kacang tolo, kacang merah dan kacang kedelai
4. Lemak
santan kental, makanan yang banyak lemak, goring-gorengan
5. Sayuran
sayuran mentah: kol, kubis, kembang kol, sawi, nangka, oyong, kkangkung, daun singkong, daun kacang serta sayuran lain yang banyak serat dan/atau menimbulkan gas
6. Buah-buahan
buah-buah segar dan mentah (kecuali papaya dan pisang masak), buah yang dikeringkan seperti kurma, kismis, pisang sale, manisan dan asinan buah seperti: kedondong, mangga, dsb.
7. Minuman
minuman yang mengandung soda, sepert: coca cola, orange, crush, green spot. Minuman mengandung alkohol, seperti: bir, anggur, wihskey, martini, sherry
8. Bumbu
bumbu tajam seperti: cuka, merica, cabe, acar


CONTOH MENU SEHARI

PAGI
Nasi
Tempe Bacem
Tumis Kacang panjang + wortel
Teh manis
Pisang

Pukul 10.00
Melon Variasi

SIANG
Nasi
Sate Ikan Tenggiri
Perkedel ikan
Sup makaroni + buncis + tomat
Semangka

Pukul 16.00
Pepaya + jeruk nipis + gula

SORE
Nasi
Ikan mas bakar
Cah tahu + taoge
Sup oyong + misoa


Diet Untuk Pederita Gastritis

N A M A : _______________________

U M U R : _______________________

BB / TB : _______________________

ALAMAT : _______________________

HARI/ TGL : _______________________


Oleh :
POJOK GIZI PUSKESMAS SUKOSARI
KECAMATAN BABADAN PONOROGO

By Puskesmas Sukosari === 1 comment

Sabtu, 11 Juni 2011

Diet rendah sisa

GAMBARAN UMUM

Diet rendah sisa adalah makanan yang terdiri dari bahan makanan rendah serat dan hanya sedikit meninggalkan sisa.
Yang dimaksud dengan sisa adalah bagian-bagian makanan yang tidak diserap seperti yang terdapat dalam susu dan produk susu serta daging yang berserat kasar. Di samping itu, makanan lain yang merangsang saluran cerna harus dibatasi.



TUJUAN DIET

Untuk memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi yang sedikit mungkin meninggalkan sisa sehingga dapat membatasi volumen feses, dan tidak merangsang saluran cerna.

SYARAT DIET
  1. Energi, Protein, Lemak dan karbohidrat cukup sesuai kebutuhan.
  2. Menghindari makanan berserat tinggi dan sedang sehingga asupan serat maksimal 8 g/ hari. 
  3. Menghindari susu, produk susu, dan daging berserat kasar. 
  4. Menghindari makanan yang terlalu berlemak, terlalu manis, terlalu asam dan berbumbu tajam. 
  5. Makanan dimasak hingga lunak dan dihidangkan pada suhu yang tidak terlalu panas dan terlalu dingin. 
  6. Makanan diberikan dalam porsi kecil dan sering.

    BAHAN MAKANAN YANG DIANJURKAN
    1. Beras dibubur/ ditim, roti bakar, kentang rebus, tepung-tepungan dibubur atau dibuat puding.
    2. Daging empuk, hati, ayam, ikan direbus, ditumis, dikukus, diungkep, dipanggang; telur direbus, ditim, diceplok air, dicampur dalam makanan dan minuman; susu maksimal 2 gelas/hari.
    3. Tahu, tempe di tim, direbus, ditumis, susu kedelai.Sayuran yang berserat rendah dan sedang seperti kacang panjang, buncis muda, bayam, labu siam, tomat masak, wortel direbus, dikukus dan ditumis.
    4. Semua sari buah : buah segar yang matang (tanpa kulit dan biji) dan tidak banyak menimbulkan gas, seperti : pepaya, pisang, jeruk, avokad dan nanas.
    5. Margarin, mentega dan minyak dalam jumlah terbatas untuk mengoles dan menumis.
    6. Teh encer dan sirup
    7. Garam, gula, salam, laos, kunyit, kunci dalam jumlah terbatas.

    MAKANAN YANG TIDAK DIANJURKAN
    1. Beras ketan, beras tumbuk/ merah, jagung, ubi, singkong, talas, tarcis, dodol, dan kue-kue lain yang manis dan gurih.
    2. Daging berserat kasar,ikan dan ayam yang diawetkan, daging babi, telur mata sapi, telur dadar.
    3. Kacang merah serta kacang-kacang kering seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai dan kacang tolo.
    4. Sayuran yang berserat tinggi seperti daun singkong, daun katuk, daun pepaya, daun dan buah melinjo, oyong, pare serta semua sayuran yang dimakan mentah.
    5. Buah-buahan yang dimakan dengan kulit, seperti apel, jambu biji dan pir serta jeruk yang dimakan dengan kulit ari, buah yang menimbulkan gas seperti durian dan nangka.
    6. Minyak untuk menggoreng, lemak hewani, kelapa dan santan.
    7. Kopi dan teh kental, minuman yang mengandung soda dan alkohol.
    8. Cabe dan merica.

    CONTOH MENU


    Waktu Makan
    Menu
    Makan Pagi
    Roti Bakar
    Orak-arik telur
    Susu
    Snack jam 10.00
    Puding maizena+saos susu
    Makan Siang
    Nasi tim
    Semur tahu+daging giling
    Tumis labu siam
    Pepaya
    Snack jam 16.00
    Teh encer
    Makan Malam
    Nasi tim
    Sup bola-bola ayam
    Tim tahu
    Setup wortel
    Semangka


    PEMBAGIAN BAHAN MAKANAN SEHARI


    Waktu
    URT
    Pagi
    Roti
    Telur ayam
    Margarin
    Susu
    Gula pasir
    Jam 10.00
    Maizena
    Susu
    Gula pasir
    Siang/ Malam
    Beras
    Daging giling
    Tahu
    Sayuran
    Pepaya
    Margarin
    Jam 16.00
    Gula Pasir

    40 g = 2 iris
    50 g = 1 butir
    5 g   = ½ sdm
    200 g = 1 gelas
    10 g  = 1 sdm

    15 g  = 3 sdm
    200 g = 1 gelas
    30 g  = 3 sdm

    75 g  = 1 ½ gls tim
    50 g  = ½ gelas
    50 g  = ½ buah besar
    50 g  = ½ gelas
    100 g = 1 ptg sedang
    10  g  = 1 sdm

    10 g   = 1 sdm

    By Puskesmas Sukosari === 1 comment